News
Loading...

Apakah Anda Takut Jatuh Cinta?

Apakah Anda Takut Jatuh Cinta? - Untuk Anda yang belum punya pasangan, apakah Anda takut jatuh cinta? Nah, untuk membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut, pilih satu di antara empat pilihan di bawah ini yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Apakah Anda Takut Jatuh Cinta?


    a. Mudah bagi saya untuk dekat secara emosional dengan orang lain. Saya nyaman bergantung satu sama lain. Saya tidak memiliki kecemasan akan kesepian dan tidak diterima oleh orang lain.

    b. Saya tidak nyaman dan takut terluka jika biarkan diri saya terlalu dekat dengan orang lain. Saya ingin hubungan yang dekat secara emosional tapi sulit untuk percaya atau bergantung pada orang lain.

    c. Saya ingin hubungan yang intim secara emosional, tetapi sering saya menemukan bahwa orang tersebut enggan untuk berdekatan dengan saya. Saya tidak nyaman tanpa adanya hubungan dekat, tetapi saya cemas bahwa orang lain tidak memandang saya seperti saya memandang mereka.

    d. Saya nyaman tanpa memiliki hubungan emosional yang dekat. Sangat penting bagi saya untuk merasa mandiri dan memenuhi kebutuhan saya sendiri. Saya memilih untuk tidak bergantung kepada orang lain dan sebaliknya.

Jika pilihan jawaban Anda adalah B atau C, maka Anda adalah orang yang takut untuk jatuh cinta. Anda takut ditolak dan bertepuk sebelah tangan sehingga terkadang Anda takut untuk percaya pada orang baru karena dia bisa saja menyakiti Anda.

Memiliki perasaan takut jatuh cinta memang sulit rasanya. Nah, karena itu mari mengenali mengapa Anda takut untuk jatuh cinta.

Pola ini tertanam jauh sebelum kamu sadar akan cinta


Segala hal yang Anda pelajari sejak kecil memberi pengaruh yang begitu besar terhadap bagaimana kita dan lingkungan berinteraksi. Freud, seorang psikoanalisis, menyebutkan bahwa tingkah laku manusia dalam 5 tahun pertama hidupnya menentukan bagaimana cara seseorang melihat dunia hingga dewasa. Tapi tenang, hal ini bisa diantisipasi kok. Coba analisa diri, dengan bantuan tes psikologi dan meditasi. Anda bisa mengubah ini. Semuanya hanya permainan pikiran kok, Ladies.

Pola ini sulit untuk diubah (tapi bukan berarti tidak bisa)


Karena pola ini sudah tertanam sejak kecil, pola hubungan ini akan sulit diubah. Tapi jangan khawatir, meskipun sulit, tapi tetap bisa diubah karena manusia punya keahlian alami untuk beradaptasi.

Pencarian cinta tidak hanya sekedar mencari pasangan yang kira-kira tepat, dekati, lalu jadian. Anda tetap akan secara otomatis takut untuk terlibat hubungan dekat dengan orang lain, terutama ketika orang tersebut mirip dengan orang yang sangat berarti untuk Anda.

Tentunya semua orang ingin memiliki pola hubungan yang adem ayem. Tetapi tentu saja pola ini butuh proses yang lama, bahkan jika sudah dalam tahap patologis, seseorang butuh bantuan tenaga ahli untuk bantu orang tersebut memperbaiki persepsinya. Itu gunanya ilmu psikologi hadir di dunia ini.

Kabar baiknya, kini Anda tahu pola diri Anda

Nah, karena sekarang Anda sudah dapat merefleksikan bagaimana pola hubungan Anda, kini saatnya lebih memahami keadaan dan mencoba untuk berdamai dengan pola tersebut.

Jika Anda termasuk orang yang sangat takut untuk ditolak, apalagi ditinggalkan, cobalah untuk berdamai dengan diri sendiri dan coba untuk berpikir secara lebih objektif dalam menanggapi pesan ambigu dari orang lain.

Sebelum rasa takut kambuh yang memungkinkan adanya fase ‘putus sementara’ atau ‘beri saya waktu sendiri’ pada pasangan, kuncinya cuma satu: komunikasi. Komunikasi yang baik dapat menyelesaikan semua permasalahan di dunia ini.

Memiliki fobia cinta ini memang tidak mudah. Tetapi Anda pun bisa menikmati cinta setelah dapat memahami pola Anda sendiri. Paling tidak, tiga pemahaman baru ini akan membantu menyiapkan baju pelindung saat Anda memasuki arena pencarian pasangan hidup.

Selamat mencoba jatuh cinta!
Share on Google Plus

About Awidya Firsiades Alin

Aktif di blogger sejak 2013, Postingannya bukan hasil ngetik sendiri tapi yang penting bisa bermanfaat untuk yang nyasar berkunjung ke blog tips wanita.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Posting Komentar